Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

12 06 2008

Masalah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia tak terlepas dari perkembangan perbankan syariah yang memegang peranan penting bagi perkembangan ekonomi syariah tersebut, namun tak bisa dipungkiri pula bahwa selain perbankan, masih banyak lembaga-lembaga keuangan syariah yang akhir-akhir ini mulai marak. Diantaranya ada asuransi Syariah, Pegadaian Syariah, BPRS, BMT, Reksadana Syariah dll temasuk Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) dan Pasar modal Syariah.

Sementara dari dunia akademisi juga turut meramaikan ekonomi syariah di Indonesia, hal ini bisa terlihat dari munculnya jurusan-jurusan ekonomi syariah baik di unversitas negeri maupun swasta serta institut-institut atau bahkan lembaga-lembaga pendidikan non-formal lainnya. Menurut saya, hal ini juga merupakan indikator perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, karena dengan semakin banyaknya pakar-pakar atau ilmuan-ilmuan ekonomi syariah, tentu akan memiliki andil yang cukup besar bagi perkembangan ekonomi syariah itu sendiri.

Menanggapi masalah perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia, saya cukup kagum. Betapa tidak, dari tahun ke tahun Perbankan Syariah telah menunjukkan Perkembangan yang begitu pesat. Meskipun perkembangannya tak sejauh negara-negara tetangga yang juga mempunyai Perbankan Syariah, namun usaha yang sedemikian gigih dari para pakar dan praktisi perbankan yang terus memperjuangkan dan memajukan perbankan syariah ini harus di apresiasi. Karena tidak mudah mengubah persepsi masyarakat Indonesia yang telah terbiasa dengan sistem bunga kepada sisitem bagi hasil. Di usia yang belum begitu dewasa di Indonesia, keberadaan Perbankan Syariah sudah banyak melirik mata sebagian besar masyarakat Muslim khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya, bahkan para investor dari luar negeri seperti dari kelompok Al-Barakah dari Arab Saudi. Selama tahun 2007 jumlah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah mengalami peningkatan sebanyak 6 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 11 BPRS, sehingga pada akhir 2007 terdapat 3 Bank Umum Syariah (BUS), 26 UUS dan 114 BPRS. Sejalan dengan hal tersebut, jaringan kantor bank syariah, termasuk layanan syariah juga menunjukkan peningkatan menjadi 711 kantor dan 1.195 layanan syariah. Sementara di tahun 2008 ini, akan ada sekitar 10 Bank yang akan mengkonversi Unit Usaha Syariah menjadi Bank Umum Syariah, antara lain BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bukopin Syariah.

Melihat perkembangan tersebut, saya yakin bahwa hal ini merupakan indikasi nyata dari semakin besarnya keinginan masyarakat untuk mencapai sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, seperti nilai keadilan, keseimbangan dan kemanfaatan bagi semua melalui Perbankan Syariah. Karena tidak mungkin Perbankan Syariah akan melebarkan sayapnya tanpa ada respon positif dari masyarakat yang berarti memperluas market share sebuah Bank Syariah. Tak hanya dari sisi nasabah atau masyarakat, Perbankan Syariah sendiri juga selalu inovatif dan mengikuti kemajuan teknologi agar pasar (masyarakat) merasa puas dan terpenuhi segala kebutuhannya. Sehingga disini ada keseimbangan antara permintaan dari masyarakat akan kebutuhannya terhadap perbankan dengan penawaran dari pihak perbankan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang pada akhirnya melahirkan sebuah dinamisasi sehingga kondisi ini mendukung perkembangan perbankan syariah di Indonesia.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: