IJARAH

18 06 2008

IJARAH

A. Pengertian Ijarah

Secara bahasa berasal dari kata Al-Ajru yang berarti Al’Iwadhu (ganti), oleh karena itu , Al-tsawab (pahala) dinamai Al-Ajru (upah).

Secara istilah berarti hak untuk memanfaatkan barang atau jasa dengan membayar imbalan tertentu.

Menurut fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional)

Adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang & jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa/upah tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang / jasa itu sendiri

Dengan demikian dalam akad ijarah tidak ada perubahan kepemilikan tapi hanya perpindahan hak gunasaja dari yang menyewakan kepada penyewa.

B. Landasan Hukum

1. Alqur’an, Surat Al-Baqarah :233

233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi makan dan Pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan Karena anaknya dan seorang ayah Karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan Ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

2. Hadits

Diriwayatkan dari ibnu Abbas bahwa Rasul SAW bersabda :

“berbekamlah kamu, kemudian berikanlah olehmu upahnya kepada tukang bekam itu.” (H.R Bukhari & Muslim)

C. Rukun Ijarah

Menurut Jumhur Rukun Ijarah ada 3 yaitu Shighat (Ijab Qabul), Pihak yang berakad & objek. Menurut Imam Hanafi rukun ijarah hanya shighat (Ijab Qabul).

D. Prinsip Ijarah

Transaksi ijarah dilandasi adanya perpindahan manfaat (hak guna) bukan perpindahan kepemilikan (hak milik), pada dasarnya prinsip ijarah sama dengan prinsip jual beli tapi perbedaannya terletak pada objek transaksinya. Bila objek transaksi pada jual beli adalah barang maka pada ijarah dalah barang dan jasa.

Hak dan Kewajiban kedua belah pihak

Kewajiban dari orang yang menyewakan yaitu mempersiapkan barang yang disewakan untuk dapat digunakan secara optimal oleh penyewa misalnya mobil yang disewa ternyata tidak dapat digunakan karena akinya lemah, maka yang menyewakan wajib menggantinya, jika yang menyewakan tidak dapat memperbaikinya, penyewa mempunyai pilihan untuk membatalkan akad atau menerima manfaat yang rusak jika demikian terdapat perbedaan ulama mengenai harga sewa yang harus dibayar.

Sebagian ulama berpendapat, bila penyewa tidak membatalkan akad harga sewa harus dibayar penuh. Sebagian ulama lain berpendapat harga sewa dikurangi dulu dengan biaya kerusakan.

Penyewa wajib menggunakan barang yang disewakan menurut syarat – syarat akad atau menurut kelaziman penggunaannya. Penyewa juga wajib menjaga barang yang disewakan. Secara prinsip tidak boleh dinyatakan dalam akad bahwa penyewa bertanggung jawab atas jumlah yang tidak pasti atau gharar. Oleh karena itu, ulama berpendapat bahwa jika penyewa diminta untuk melakukan perawatan, ia berhak untuk mendapat upah dari biaya yang wajar dari perawatan itu. Bila penyewa melakukan perawatan atas kehendak sendiri, ini dianggap sebagai hadiah dari penyewa dan ia tidak meminta bayaran apapun

Kesepakatan mengenai harga sewa

Misalnya dikatakan “saya sewakan mobil ini satu bulan dengan harga sew Rp X” bila penyewa ingin memperpanjang masa sewanya, dapat saja harga sewanya berubah. Bahkan yang menyewakan bias saja msminta harga sewa dua kali lipat dari sebelumnya. Sebaliknya jika si penyewa dapat saja menawar setengah harga sewa sebelumnya, semua tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Namun dari periode pertama yang telah disepakati harga sewanya itulah kesepakatannya. Mayoritas ulama mengatakan, “ syarat – syarat yang berlaku bagi harga jualberlaku juga bagi harga sewa”.

Bagaimana pula dengan kebiasaan orang yang naik becak / ojek tanpa kesepakatan harga terlebih dahulu !? padahal prinsipnya upah harus diketahui lebih dahulu, hal ini sesuai hadits Rasul SAW siapa yang memperkerjakan seorang pekerja harus memberitahukan upahnya” fatwa ulama menjelaskan “harga sewa yang lazim yang berlaku bila tidak ditentukan dimuka “ bila manfaatnya telah dinikmati, harga sewa tidak ditentukan maka sewa untuk manfaat yang sama harus dibayar.

Ijarah & leasing

Karena ijarah adalah akad yang mengatur pemanfaatan hak guna tanpa terjadi pemindahan kepemilikan, maka banyak orang yang menyamakan ijarah dengan leasing. Hal ini tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Berikut table perbedaan dan persamaan ijarah dengan leasing

Ijarah

Leasing

1

Objek : manfaat barang dan jasa

Objek : manfaat barang saja

2

Methods of payment :

  1. contingent to performance
  2. not contingent to performance

Methods of payment : not contingent to performance

3

Transfer of title :

  1. ijarah, no transfer of title
  2. IMBT, promise to sell or hibah at the beginning of period

Transfer of title :

  1. operating lease, no transfer of title
  2. financial lease, option to buy or not to buy at the end of period

4

Lease purchase / sewa beli :

Bentuk leasing seperti ini haram karena akadnya gharar (yakni antara sewa dan beli)

Lease-purchase / sewa beli :

Ok

5

Sale and lease back : OK

Sale and lease back : OK

E. Skema pembiayaan ijarah

A. Bank Syari’ah

3. Akad pembiayaan Ijarah

1. Permohonan pembiayaan ijaroh

B. Nasabah

2. Menyewakan/membeli objek ijaroh

C. Supplier/Penjual/pemilik

D. Objek ijarah

Keterangan :

1. Nasabah mengajukan pembiayaan ijarah ke bank syari’ah

2. Bank Syari’ah memberi / menyewa barang yang diinginkan oleh nasabah sebagai objek ijarah, dari supplier/penjual/pemilik.

3. setelah dicapai kesepakatan antara nasabah dengan bank mengenai barang objek ijarah, tarif ijarah, periode ijarah, dan biaya pemeliharaannya, maka akad ijarah ditandatangani. Nasabah diwajibkan menyerahkan jaminan yang dimiliki.

4. bank menyerahkan objek ijarah kepada nasabah sesuai akad yang disepakati. Setelah periode ijarah berakhir, nasabah mengembalikan objek ijarah tersebut kepada Bank.

5. bila bank membeli objek ijarah tersebut (al-bai’ wal-ijarah, atau ijarah parallel), setelah periode ijarah berakhir objek ijarah tersebut dikembalikan oleh bank kepada supplier/penjual/pemilik.

Ijarah Muntahia Bit Tamlik

Al-Bai’ wal Ijarah Muntahia Bittamli (IMBT) merupakan rangkaian dua buah akad, yakni Al-Bai’ wal Ijarah Muntahia Bittamli (IMBT). Al-Bai’ merupakan akad jual beli, sedangkan IMBT merupakan kombinasi antara sewa menyewa (ijarah) dan jual beli hibah diakhir masa sewa.

Dalam ijarah muntahia bittamlik, pemindahan hak milik barang terjadi dengan salah satu dari dua cara berikut ini :

1) Pihak yang menyewakan berjanji akan menjual barang yang disewakan tersebut pada akhir masa sewa

2) Pihak yang menyewakan berjanji akan menghibahkan barang yang disewakan tersebut pada akhir masa sewa.

Pilihan untuk menjual barang diakhir masa sewa (alternative 1) biasanya diambil bila kemampuan financial penyewa untuk membayar sewa relative kecil. Karena sewa yang dibayarkan relative kecil, akumulasi nilai sewa yang sudah dibayarkan sampai akhir periode sewa belum mencukupi harga beli barang tersebut dan margin laba yang ditetapkan oleh bank. Karena itu, untuk menutupi kekurangan tersebut, bila pihak penyewa ingin memiliki barang tersebut, ia harus membeli barang itu akhir periode.

Pilihan untuk menghibahkan barang diakhir masa sewa (alternative 2) biasanya diambil bila kemampuan financial penyewa untuk membayar sewa relative lebih besar, akumulasi sewa di akhir periode sewa sudah mencukupi untuk menutup harga beli barang dan margin laba yang ditetapkan oleh bank. Dengan demikian, bank dapat menghibahkan barang tersebut diakhir masa periode sewa kepada pihak penyewa.

Pada al-ba’i wal ijarah muntaha bittamlik (IMBT) dengan sumber pembiayaan dari Unrestricted Investment Account (URIA), Pembayaran oleh nasabah dilakukan secara bulanan. Hal ini disebabkan karena pihak bank harus mempunyai cash in


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: